MENTARI ILMU PEDULI BANJIR!

DSC06011Bagaimana perasaan Anda ketika air setinggi dada dan lumpur setinggi lutut orang dewasa menimbun rumah-rumah penduduk karena hujan deras? Pernahkah Anda melihat sebuah fakta seorang ibu-ibu melahirkan di atas atap rumah yang di bawahnya tergenangi bah banjir? Apa pendapat Anda ketika menyaksikan dengan mata kepala Anda sendiri banyaknya orang berjejer di sepanjang sisi sungai yang airnya tentu tak bisa dibilang bersih sebab berwarna pekat kecoklatan? Pernahkah Anda mendengar secara langsung jerit pilu para korban banjir di negeri tercinta ini?

Tentunya campur-aduk bukan perasaan hati dan gejolak pemikiran Anda? Ada rasa takut, cemas, khawatir, sedih, ngeri, prihatin, pilu, dan pastinya shocked karena banyaknya korban banjir yang menimpa saudara-saudara kita di sini juga di belahan bumi Indonesia manapun. Tapi sudahkah Anda peduli atau setidaknya melakukan sesuatu untuk meringankan semua beban penderitaan saudara-saudara kita?

DSC06007

Ya. Alhamdulillah, kami pernah melihat, mendengar, dan menyaksikan sendiri hal-hal yang begitu tragis tersebut ketika kami—perwakilan OSIS dan PMR SMPIT MEKAR—sampai di daerah Leuwi Asem untuk merekam cerita juga fakta penduduk selama berhari-hari daerah tersebut tertimpa bah hujan. Itu sungguh rekaman memori kejadian yang memilukan. Sangat tragis, bukan?

Konkretnya, kemarin Selasa, 22 Januari 2013… Ketika matahari masih sepenggalah, sekitar pukul 08.00 pagi, kami bersiap-siap untuk melaksanakan Social Day. Salah satu program sekolah yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan kepekaan sosial siswa (Social Awareness) dengan berbagi sepenuh hati. Jika Social Day sebelumnya kami fokuskan untuk mengunjungi panti asuhan dan panti jompo, Social Day kali ini kami menuju lokasi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana banjir. Tepatnya, di daerah Leuwi Asem dan Purwadana (Keduanya merupakan bagian dari Kecamatan Teluk Jambe Barat) juga di daerah Teluk Bango yang terletak di Kecamatan Batu Jaya.

DSC06012

Puluhan kardus mie, beberapa kantung pakaian layak pakai, dan 450 bungkus nasi siap santap sudah memenuhi mobil sekolah yang kami gunakan untuk mendatangi TKP korban banjir tersebut. Selain dari OSIS dan PMR juga Wakasek Kesiswaan SMPIT Mentari Ilmu Karawang (MEKAR), kami juga bekerja sama dengan Baituzzakat Ar-Raudhah Karawang.

Syukurlah, semua itu adalah buah komando dari Ibu Kepala Sekolah kami—Ibu Evi Kurniawati, S.Si—yang saat itu langsung meminta kami dari pihak OSIS SMPIT MEKAR untuk sigap menggalang dana pada hari Senin, 21 Januari 2013 sehingga bisa terkumpul uang sebanyak 4 juta rupiah dari semua siswa MEKAR dan Yayasan Pena Bangsa. Uang tersebut langsung kami alokasikan untuk membeli bahan makanan pokok yang kami bagikan pada hari Selasa, 22 Januari 2013 di TKP korban banjir di atas.

Andai Presiden Republik Indonesia peduli akan hal ini. Andai para petinggi dan pejabat negeri ini peduli. Andai Anda dan kita semua peduli. Kami membawa suara dari penduduk Karawang—Kota Pangkal Perjuangan—marilah kita sigap berempati kepada saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Tentunya dengan rumus P2B. PEKA, PEDULI, BERBUAT. Semoga semua itu bisa meringankan beban saudara-saudara kita. Semoga Indonesia tetap jaya! Salam SMPIT Mentari Ilmu Karawang. Salam Maju Bersama Allah. Allahu Akbar!!!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: